Mengajar Matematika Menyenangkan

Munculnya kegelisahan oleh rendahnya minat belajar terhadap mata pelajaran Matematika membuat tevan adi satria (23) untuk menciptakan sebuah media pembelajaran baru. dia mengawinkan literatur konvensional dan teknologi digital dalam sebuah buku elektronik yang dilengkapi vinspirasio ilustrasi. Tevan ialah mahasiswa semester enam jurusan edukasi matematika di universitas persatuan guru republik indonesia (pgri) semarang. melalui software buatannya, dia menggapai peringkat ketiga kompetisi buku elektronik se-asia tenggara yang digelar south east asian minister of education organization regional open learning center (seamolec) februari lalu. "selama ini matematika tidak diajarkan secara membumi sesampai terkesan rumit dan tak berbentuk. perlu cara belajar yang inovatif untuk mengubah anggapan itu," ujar tevan, akhir pekan lalu.

Matematika Menyenangkan
Matematika Menyenangkan

Sebuah Buku elektronik yang dibuat tevan berjudul pemahaman inti dkeinginanr (pintar) edisi bangun ruang sisi lengkung untuk kelas ix smp. buku itu dapat diunduh melalui ponsel atau komputer. Anak sulung dari pasangan suami istri stefanus wahyudi-sugiarti ini mulai mempelajari seluk-beluk media pembelajaran berbasis digital awal 2016. meski mengambil studi edukasi matematika, ia juga mempelajari mata kuliah teknologi inperpaduan (ti). buku elektronik yang pertama dia buat ialah geometrik transperpaduan perihal rotasi dan refleksi untuk tampilan ponsel.
Semangat tevan mengajak anak-anak menyukai matematika dilakukan dengan membuka jkeinginan bimbingan belajar matematika untuk siswa sekolah dkeinginanr dan sekolah menengah pertama. Dia juga sempat magang sebagai guru di sebuah SMP di semarang selama dua minggu. Dia lalu menyadari nilai matematika lebih banyak didominasi siswa di bawah standar sekolah. Kebanyakan siswa mengeluhkan pelajaran matematika yang terlalu rumit, tidak realistis, dan membuat bosan.

Tingkat keingintahuan peserta didik untuk mempelajari dan memahami mata pelajaran matematika semakin meningkat dikala materi belajar kian/semakin kompleks, tidak sekadar algoritma sederhana mirip tambah, kurang, kali, dan bagi. Sebagai calon guru, tevan tertantang menghadapi duduk perkara itu. Beliau mulai untuk putar otak agar peserta didik lebih tertarik belajar matematika. "yang pertama aku dapati, siswa lebih senang menonton ketimbang mendengarkan. Karena itu, aku mencoba sisipkan vinspirasio ilustrasi dari kehidupan sehari-hari," ungkapnya.

Buku yang dibuat tevan tersebut menggabungkan materi belajar, vinspirasio animasi, contoh soal, dan filsafat matematika. Dalam materi bangun ruang sisi lengkung, misalnya, siswa diajak menonton vinspirasio ilustrasi jaring-jaring tabung dari kaleng susu. Gambar animasi yang bergerak dapat meningkatkan pemahaman dan imajinasi siswa.
Tevan menunjukkan dirinya sebagai generasi milenial yang inovatif

sumber: kompas.com

Artikel Terkait:

Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment