Cara Asyik dalam Pembelajaran Musik

Coba kita perhatikan siswa-siswi ataupun anak-anak di sekitar kita. Sungguh miris rasanya bila kita memperhatikan perilaku serta tindak-tanduknya , laju teknologi dan modernisasi begitu banyak dan cepat mempengaruhi setiap langkah hidupnya. Tak peduli anak-anak kita di desa maupun di kota, arus globalisasi sanggup menembus batasan ruang dan waktu. Contoh sebagian kecil misalnya anak-anak kita cenderung lebih hafal acara beberapa stasiun televisi berikut jam tayangnya daripada jadwal pelajarannya. Mari kita mencoba perhatikan anak-anak kita, syukur-syukur bila sempat bertanya dan mencoba mengetest mereka tentang lagu apa saja yang mereka hafal dan sukai. Penulis berkeyakinan pasti daya hafal anak terhadap lagu dewasa (baca=masa kini) yang dibawakan vocalist band maupun penyanyi dangdut lebih besar daripada menghafal lagu anak maupun lagu wajib.



Berkaitan dengan pembelajaran musik, hal ini sebenarnya merupakan tantangan tersendiri bagi seorang guru. Dengan berbagai cara kita mencoba merubah daya imaji dan kreasi anak sesuai porsinya. Bila di lembaga tingkat dasar kebanyakan guru kelas bersifat “ngabehi” dalam menyalurkan ilmunya kepada siswa, selain mengajar mata pelajaran pokok juga memberikan materi dalam mata pelajaran lainnya tak terkecuali pembelajaran seni musik yang terdapat dalam satu mata pelajaran Seni Budaya dan Ketrampilan.
Begitupun dengan media dan alat pembelajarannya, idealnya menuntun murid-murid dalam kegiatan pengalaman musik ini hendaknya dapat disediakan alat musik pengiring yang tepat digunakan, misalnya saja sebuah piano. Piano berguna pula untuk menjelaskan materi pengajaran musik kepada murid. Jika tidak ada piano di sekolah dapat juga menggunakan alat musik keyboard yang lain seperti organ atau acordion. Jika organ atau acordion tidak ada, sekurang-kurangnya guru harus dapat menyediakan sebuah gitar. (Desyandri,2008)

Namun yang terjadi di lapangan jauh dari harapan,  meskipun guru pintar atau  menguasai dalam pembelajaran, belum tentu bisa menerapkan pengajaran seni musik sesuai tujuan kurikulum yang ada, misalnya dalam mengatur vocal maupun bermain alat musik. Begitu juga sarana media pembelajaran yang berhubungan dengan pembelajaran musik belum tentu di setiap lembaga ada, mungkin bisa dihitung dengan jari lembaga yang memiliki alat musik yang lengkap sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
Kenyatan di atas menggugah penulis untuk berbagi pengalaman saat mengajarkan seni musik di lembaga yang memang belum tersedia alat musik yang memadai, serta jaringan listrik tidak memenuhi. Kondisi seperti ini tidak mengurangi keberhasilan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Dalam pembelajaran ini penulis menggunakan media ICT berupa laptop, HP dan spiker aktif portable yang mungkin setiap guru/lembaga memiliki, serta dengan bantuan power bank memungkinkan kita tetap bisa menggunakan walaupun tanpa ada jaringan listrik. Sarana penunjang lainnya yaitu berupa perangkat lunak (software) yang mudah dicari di mbah Google serta gratisan. Beberapa aplikasi yang bisa dipakai oleh seorang guru diantaranya adalah sebagai berikut.
  1. One Man Band (OMB)
Software ini cukup handal untuk mengenalkan solmisasi  sesuai nada dasar seperti pada piano. Dengan menggunakan keyboard laptop mulai dari huruf QWERTY dst kita sudah bisa membunyikan nada DOREMIFASOLASIDO seperti pada tuts-tuts piano. Anda dapat memilih suara alat musik instrument yang akan dihasilkan mulai gitar string, violin,flute hingga saxophone.
Disamping itu ada beberapa menu yang tak kalah menariknya seperti pada keyboard organ tunggal, diantaranya menu 3 menu INTRO, 4 menu FILL IN, 4 menu MAIN dan 2 menu ENDING. Menu-menu tersebut biasanya cukup familier bagi seorang player organ tunggal. Dengan menggunakan software OMB, Anda bisa memainkan style keyboard merek Yamaha, sehingga bisa leluasa mengajarkan pada siswa tentang pengenalan nada dasar, tempo serta harmoni dalam bermusik.
  1. Player MIDI
Sebuah aplikasi pemutar musik yang berformat midi maupun karaoke ini sangat cocok bagi seorang guru yang masih belum mengenal seluk-beluk alat musik. Kita tinggal memilih sebuah file lagu berformat midi dan memutarnya, bila nadanya ketinggian bisa kita turunkan. Dalam aplikasi ini rata-rata terdapat beberapa fitur diantaranya teks lirik, soundfont untuk menghasilkan suara seperti alat musik aslinya, serta equalizer untuk mengubah instrument mana yang akan di mute atau ditonjolkan suaranya. Di internet cukup banyak aplikasi player midi ini, dan penulis biasanya menggunakan software van basco, karafun untuk laptop dan aplikasi MIDI VOYAGER untuk smart phone.

  1. Battery
Software ini dalam pembelajaran tidak dipakai tidak ada masalah karena hanya berguna untuk menghasilkan suara seperti alat musik aslinya. Dalam menggunakan aplikasi ini masih membutuhkan beberapa kit suara alat musik mulai dari gendang/ketipung, gitar, hingga drum. Dengan menggunakan aplikasi ini, musik yang dihasilkan mendekati sempurna sama dengan type keyboard bermerek yang harganya mendekati puluhan jutaan seperti Rolland maupun Korg, tinggal bagaimana kita memasukkan kit-kit alat musik yang sesuai dengan materi pembelajaran. Aplikasi ini biasanya digunakan untuk menambah daya suara pada aplikasi player midi maupun OMB.
  1. Reaper
Aplikasi ini digunakan untuk mengatur suara dari beberapa kit alat musik, sehingga dapat menghasilkan harmoni suara yang begitu Indah. Seperti equalizer pada sebuah perangkat sound system, kita dapat mengatur volume dari beberapa alat musik. Aplikasi ini juga bisa digabungkan dengan aplikasi midi player maupun OMB dengan bantuan internal midi virtual seperti midi yoke ataupun lopbee.

Aplikasi yang penulis sampaikan semoga bisa dijadikan perbendaharaan ilmu bagi teman-teman guru semua. Tidak ada keharusan bagi Anda untuk menggunakannya dalam setiap pembelajaran. Masih banyak ide dan karya inovatif dalam mengajarkan musik yang dapat kita gunakan dalam aktifitas bersama anak didik. Baik itu dengan menggunakan alat sederhana disekitar sekolahan maupun memanfaatkan technologi yang kian hari makin berkembang. Itu semua tergantung dari kemampuan dan kemauan pribadi masing-masing guru untuk menyampaikan materi terutama pembelajaran musik yang tentunya ada kurikulumnya disetiap jenjang kelas. 

image: google.co.id




Artikel Terkait:

Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment