Belajar Kelompok Makin Asyik dengan Aplikasi Android IP WEBCAM

A. LATAR BELAKANG
Perkembangan Teknologi Informatika kini nyaris merambah ke semua bidang manusia modern melalui aplikasi-aplikasi multimedia, internet, serta pengintegrasian teknologi telekomunikasi seluler ataupun smartpone (Rusman Hakim , 2010). Sekarang perangkat IT bukan lagi sekadar alat yang dirancang untuk mempermudah kehidupan, melainkan juga memiliki pengaruh yang luas sebagai perangkat yang mengatur kehidupan para penggunanya. Seolah-olah tanpa sadar perangkat IT telah mengatur manusia dan bukan sebaliknya.

, Di dunia pendidikan kehadiran perangkat IT  ini sangat membantu baik itu dalam sistem pelaporan maupun dalam kegiatan belajar mengajar. Sekarang  guru dimudahkan dalam menyampaikan materi dengan hadirnya perangkat tekhnologi, banyak referensi pembelajaran yang dapat diambil dari internet. Begitu juga siswa sangat terbantu dalam mengerjakan dan mencari bahan belajar.

Namun dengan hadirnya perangkat IT ini bukan tanpa dampak negatif terhadap penggunanya. Banyak dampak buruk terutama pada anak  diantaranya menjadi pribadi penutup, sukar menyendiri, kurang kreatifitas, hingga memicu anak dalam bertindak kekerasan. (Derry Iswidharmanjaya , 2014)

Menyadari hal ini penulis ingin menumbuhkembangkan kegiatan interaksi sosial di lingkungan kelas diantaranya dengan kegiatan kerja kelompok dengan menggunakan media belajar yang lebih menarik dan inovatif, diantaranya berupa media belajar yang berbasis teknologi yang cukup bersahabat dengan anak baik di sekolah maupun di rumah

B. PERMASALAHAN
Kehadiran tekonologi dan perangkat smartphone serta keterbatasan ruang bermain membuat anak-anak sekarang lebih sering berada di  dalam rumah. Selain itu mereka jarang berinteraksi dengan orang lain. Akibatnya mereka kurang memperdulikan ketika diajak berkomunikasi secara langsung dan cenderung suka marah-marah tanpa sebab, serta jarang melakukan aktifitas fisik secara langsung seperti bermain ketangkasan yang ada permainan tradisional, merka lebih asyik dan terampil memainkan jari-jarinya di layar smartpone.

Dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas siswa kurang memperhatikan terhadap pembelajaran yang sedang berlangsung. Hal ini disebabkan karena siswa merasa bosan dengan pembelajaran yang berlangsung. Pengelolaan kelas terutama dalam belajar kelompok yang diharapkan dapat menumbuhkan interaksi sosial dan kerja sama yang di lakukan guru kurang mendukung kegiatan pembelajaran. Suasana belajar yang kurang komunikatif  seperti pada belajar kelompok kurang menyenangkan dan maksimal. Jika suasana kelas tidak menyenangkan bagi siswa, akan sangat berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar siswa.

Cara paling efektif untuk meningkatkan minat kerja kelompok siswa yaitu guru harus bisa mengembangkan kreatifitasnya dengan menggunakan media belajar yang lebih menarik dan inovatif, diantaranya berupa media belajar yang berbasis teknologi yang cukup bersahabat dengan anak baik di sekolah maupun di rumah, contohnya smartphone yang sudah banyak merambah semua lapisan masyarakat baik di kota maupun di desa. Sudah barang tentu semua orang tua siswa ataupun keluarga pasti ada salah satu yang memilikinya. Disamping harganya yang relatif terjangkau, juga sistem operasinya tidak begitu rumit.

C. PEMBAHASAN
Metode Kerja Kelompok adalah cara pembelajaran dimana siswa dalam kelas dibagi menjadi beberapa kelompok, dimana setiap kelompok dipandang sebagai satu kesatuan tersendiri untuk mempelajari materi pelajaran yang telah ditetapkan untuk diselesaikan secara bersama-sama.

Metode Kerja Kelompok digunakan untuk: memecahkan suatu masalah pembelajaran melalui proses kelompok;mengembangkan kemampuan bekerjasama di dalam kelompok.
Alasan digunakan metode ini adalah:
1) Kerja kelompok dapat mengembangkan perilaku gotong royong dan demokratis;
2) Kerja kelompok dapat memacu siswa untuk aktif belajar;
3) Kerja kelompok tidak membosankan siswa melakukan kegiatan belajar di luar kelas bahkan di luar sekolah.

Kekuatan metode kerja kelompok adalah :
1) Membiasakan siswa bekerja sama, musyawarah dan bertanggung jawab;
2) Menimbulkan kompetisi yang sehat antar kelompok, sehingga membangkitkan kemauan belajar secara sungguh-sungguh.
3) Guru dipermudah tugasnya, karena tugas kelompok cukup disampaikan kepada ketua kelompok;
4) Ketua kelompok dilatih menjadi pemimpin yang bertanggungjawab, dan anggotanya dibiasakan patuh pada aturan yang ada.

Kelemahan metode kerja kelompok adalah :
1) Sulit membentuk kelompok yang homogen, baik segi minat, bakat, prestasi, maupun inteligensi;
2) Pemimpin kelompok sering kesulitan dalam memberikan pengertian kepada anggotanya, menjelaskan, dan pembagian kerja;
3) Anggota kadang-kadang tidak mematuhi tugas-tugas yang diberikan ketuanya;
4) Dalam menyelesaikan tugas, sering menyimpang dari rencana karena kurang kontrol dari pemimpin kelompok atau guru;
 (Soli Abimanyu, dkk. Strategi Pembelajaran, 2008:7.3)

D. SOLUSI
Untuk meningkatkan minat kerja kelompok siswa diantaranya guru harus bisa mengembangkan kreatifitasnya dengan menggunakan media belajar yang lebih menarik dan inovatif, diantaranya berupa media belajar yang berbasis teknologi yang cukup bersahabat dengan anak baik di sekolah maupun di rumah.

Ada beberapa perangkat IT yang dapat digunakan untuk dijadikan sebagai media pembelajaran oleh guru. Penulis merekomendasikan 2 perangkat IT yaitu smartphone yang sudah banyak digunakan oleh semua lapisan masyarakat baik di kota maupun di desa serta harganya yang relatif terjangkau, juga sistem operasinya tidak begitu rumit, berikutnya perangkat komputer yang setiap guru sudah memilikinya.

Perangkat tersebut masih perlu ditunjang oleh aplikasi yaitu aplikasi IP webcam. IP webcam adalah sebuah aplikasi gratisan yang dapat diunduh melalui google play. Aplikasi ini berguna sebagai web camera dan dapat diintegrasikan pada komputer/laptop. Dalam kegiatan belajar mengajar aplikasi ini dapat digunakan untuk menampilkan hasil karya siswa

Alat dan bahan yang dibutuhkan :
- Sebuah smartphone Android yang ada aplikasi IP Webcam yang dapat diunduh melalui google play

- Sebuah komputer/laptop yang bisa terkoneksi ke Wi-Fi
- Jaringan Wi-Fi untuk menghubungkan antara komputer/laptop dengan Android
- LCD proyektor
- Kardus bekas

Berikut adalah langkah - langkahnya :

  • Nyalakan wifi dan hubungkan wifi pada laptop juga smartphone
  • Install aplikasi IP Webcam yang sudah di download 
  • Buka aplikasi IP Webcamnya, setelah terbuka kemudian scroll ke bawah lalu klik “Start Server”. Setelah itu smartphone akan menjadi mode kamera dan terdapat URL yang ada dibagian bawah layar smartphone.
  • Masukan URL yang terdapat di smartphone kedalam browser dengan format http://URL/videofeed. (misal: URL yang ada di smartphone 10.69.8.30:8080 diubah menjadi http://10.69.8.30:8080) kemudian tekan enter

  • Selanjutnya browser akan menampilkan halaman "Android Webcam Server".
  • Pilih link "use java browser plugin  atau "use browser built-in viewer (not supported by all browser)"Â untuk menampilkan video yang tertangkap oleh kamera smartphone Android.
  • Sekarang smartphone Android sudah menjadi webcam untuk laptop/komputer dan bisa dihubungkan ke LCD proyektor sehingga objek yang ditangkap camera smartphone dapat terlihat di LCD proyektor
  • Letakkan smartphone pada tempat dudukan yang terbuat dari kardus bekas.
  • Masukkan lembar pekerjaan siswa yang akan ditampilkan.

Untuk lebih jelasnya silakan Anda melihat tampilan berikut ini


KESIMPULAN 
Dari hasil penggunaan media IP Webcam diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

  1. Media IP Webcam dapat digunakan sebagai media pembelajaran. 
  2. Pada saat pelaksanaan uji di lapangan yang dilakukan di SD Negeri Tegalbangsri 01, siswa antusias belajar dalam sistem kelompok dengan menggunakan media IP Webcam 
  3. Pembelajaran di sekolah Dasar dengan menggunakan media yang menarik membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan siswa lebih tertarik untuk mengikuti pembelajaran. 



DAFTAR PUSTAKA

  • Abimanyu,Soli dkk. (2008). Strategi Pembelajaran. Jakarta : Direktoral Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional
  • Derry Iswidharmanjaya (2014). Bila Si Kecil Bermain Gadget. Jakarta : Beranda Agency
  • Rusman Hakim (2010) : Break Through : Bisinis itu permainan, bukan pengetahuan. Jakarta : PT Elex Media Komputindo
  • Shin Yee-Jin  (2014). Mendidik Anak di Era Digital. Jakarta : Naura book 


Media Online
http://www.mediaartikel.com/dampak-positif-dan-negatif-menggunakan-smartphone/

Artikel Terkait:

Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment