Little Big Master, Film Pendidikan yang Menginspirasi

Film Little Big Master bercerita tentang bagaimana perjuangan seorang kepala sekolah untuk mendapatkan siswa karena jumlah siswanya hanya 5 anak, dan tahun ini keluar 1 anak. Apabila pada tahun ini tidak dapat menambah siswa baru maka sekolah akan ditutup (seperti laskar pelangi ya hehehhe).

Dalam film juga terdapat beberapa adegan yang menggambarkan kesulitan kehidupan para wali murid yang tidak mampu dan sikap mereka yang kurang baik, terdapat adegan dimana seorang orangtua harus berjalan dari rumahnya ke sekolah karena tidak mempunyai uang yang cukup untuk naik angkutan umum, juga ada adegan dimana seorang siswa menjual sampah untuk membantu orangtuanya yang sedang sakit tetapi mendapatkan respon yang kasar saat dia meminta imbalan lebih karena imbalan yang diberi tidak sesuai dengan jumlah sampah yang dikumpulkan. Hal ini menunjukkan bahwa bagi mereka tidaklah mudah untuk membiayai kehidupan dan pendidikan, dan lingkungan tempat tinggal yang tidak baik bagi anak-anak.

Film ini diambil dari kisah nyata sosok kepala sekolah Lie (diperankan Miriam Yeung) dengan gaji amat rendah di hongkong sekitar $4.500 perbulan. Hal yang menarik bagi saya adalah saat anak anak diberi tugas untuk menanyakan apa yang diIMPIkan oleh dirinya dan orang tuanya. selain itu ada lagu yang sangat menyentuh dan teks/syairnya bila diterjemahkan ke bahasa Indonesia sebagai berikut

Vokal Siswa
Rasanya sedih untuk meninggalkannya
Aku akan merindukan guruku dalam hidupku

Kami mengucapkan selamat tinggal dan berpisah
masih teringat kenakalan yang kami lakukan

Gadis kecil telah tumbuh dan akan meninggalkan semuanya
Berusaha untuk menjalani kehidupan yang lebih baik

Kau adalah cahaya penuntun
Kau akan bertemu dengan siswa
kemanapun Kau pergi

Vokal Guru
Aku sungguh berharap yang terbaik
Semoga angin membawamu kemana yang kau inginkan

Mari kita berjabat tangan sekarang
Bernyanyi keras di sekolah kita tercinta

Tidak ada yang tahu apa yang terjadi besok
Mondar-mandir tergesa-gesa bertindak ambisius

Lepaskan tangan kau sekarang
kapan dan dimana kita akan berjabat tangan lagi?


Selain itu diakhir film tersebut ada pesan tulisan
 " Dalam seumur hidup, kau harus memenuhi guru yang baik yang mengubah hidupmu"
Oke gitu aja, penasaran silakan lihat di bioskop terdekat.



Comments
1 Comments

1 komentar:

Syahran Syah said...

Di Indonesia sekarang ini untuk tayangan televisi banyak yang tidak pantas untuk dilihat oleh anak-anak..contohnya saja Sinetron..dikit-dikit ciumann..hahah.

Post a Comment