Merombak Sekitar Area Tambang Liar menjadi Lahan Albasia

gunung semeru
Kabupaten Lumajang memiliki sumber daya alam yang begitu banyak, wilayahnya diapit dua gunung berapi yaitu gunung lamongan dan gunung Semeru membuat daerah ini kaya akan abu vulkanik yang membuat tanah disekitarnya menjadi subur. Selain itu dari luapan lava kedua gunung tersebut memberikan material pasir bermutu bagus yang begitu melimpah ruah.  Kabupaten Lumajang berkat tambang pasir menjadi terkenal. Hampir 5 tahun terakhir keadaan masyarakat Lumajang khususnya di kecamatan Pasirian kabar baik perekonomiannya mulai terangkat oleh pasir. Masyarakat dimudahkan mencari uang dengan banyaknya lapangan pekerjaan mulai jasa pengerukan pasir di sungai hingga sopir pengangkut pasir ke luar kota Lumajang. Selain itu bagi pemilik lahan yang tidak bisa ditanam bila di situ ada kandungan pasir pasti laku untuk disewakan dengan harga mahal.

aksi solidaritas salim kancil
Namun semenjak tragedi “salim kancil” kondisinya kini berubah sangat drastis. Aneka tambang liar semuanya ditutup oleh pemerintah. Dengan demikian berhentilah aktifitas semua penambangan di daerah tersebut. Semua orang yang berhubungan dengan penambangan pasir otomatis menganggur. Para penambang, sopir, para penjual makanan dan minuman seolah-olah kehilangan pekerjaannya. Hal ini menimbulkan terpuruknya perekonomian masyarakat Lumajang yang hidupnya menggantungkan pada tambang pasir. 

sengon tumbuh subur di sekitar bekas tambang pasir
Pemerintah dengan segala upaya berusaha dengan membuat suatu inovasi daerah untuk membangkitkan dan menumbuhkan perekonomian  di daerah sekitar penambangan. Salah satunya adalah dengan menggalakkan penanaman sengon Albasia di sekitar rumah maupun di daerah-daerah bekas tambang pasir yang dimilikinya. Sengon Albasia merupakan jenis pohon yang cepat tumbuh, dapat dipanen dalam waktu 5-7 tahun. Untuk Indonesia tanaman ini tumbuh baik di dataran tinggi dan dataran rendah, di daerah dengan curah hujan tinggi atau di daerah di mana curah hujannya rendah, di tanah datar maupun tanah miring, di tanah subur berhumus atau di tanah berpasir. Itulah mengapa Sengon Albasia sangat besar manfaatnya, tidak hanya manfaat ekonomi tetapi juga untuk penghijauan lahan-lahan kritis, mencegah erosi tanah atau tanah longsor, dan mempertahankan cadangan air tanah.

Selain perawatannya yang  tidak begitu rumit juga hasil panennya pun begitu bagus.   Pada umumnya lahan yang ditanami sengon oleh para petani di Lumajang adalah lahan tidur atau lahan yang kurang produktif. Di dalam pohon Sengon Albasia, baik daunnya, kulit kayu maupun, kambium/kayunya, semuanya dapat dimanfaatkan. Daun dapat digunakan sebagai pakan ternak, sedangkan kulit batangnya dapat digunakan untuk kayu bakar. Harga sengon dipasaran jika sudah berusia 4 tahun rata-rata dalam per batang harganya berkisar Rp 100.000, jika dalam satu hektar para petani sengon bisa membawa pulang uang Rp 200.000.000. Hasil tanaman sengon para petani bisa dengan mudah dijual karena banyaknya permintaan dari pabrik kayu yang ada di Kabupaten Lumajang.

Bibit sengon berbagai jenis harganya sangat bervareasi tergantung kondisi dan usia bibit sengon, dalam satu batang bibit sengon para petani bisa mendapatkannya dengan hanya Rp 500 sampai Rp 2.000 tergantung jenis dan besarnya bibit sengon. Sekarang hampir di setiap rumah penduduk banyak menjual bibit sengon, halaman ataupun pekarangan rumahnya difungsikan untuk menyemai bibit. Hampir tiap hari terlihat banyak laki-laki dan perempuan bekerja mulai dari mengisi tanah dalam plastik polybag, menyiram bibit hingga memindahkan ke mobil pembeli.

Berkat hasil kerja keras pemerintah dan rakyat Lumajang, pemerintah  kabupaten Lumajang mendapatkan penghargaan kabupaten yang peduli HAM berkaitan dengan lingkungan hidup, kehutanan, kesehatan, dan pendidikan.
penghargaan Kabupaten peduli HAM

Dari sini sudah tergambar jelas geliat masyarakat Lumajang yang sudah bisa membangkitkan perekonomianya dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada tanpa harus dengan cara merusak. Lapangan pekerjaan mulai muncul lagi mulai dari proses pembibitan hingga munculnya beberapa pabrik pengelolahan kayu sengon yang sudah barang tentu mampu menyerap banyak lapangan kerja. 


Artikel ini diikutsertakan pada Kompetisi Menulis Blog Inovasi Daerahku - https://www.goodnewsfromindonesia.id/competition/inovasidaerahku

Artikel Terkait:

Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment