Mengajar Kok Dilombakan

Setiap pendidik dalam kegiatan belajar mengajar, banyak memerlukan berbagai disiplin ilmu dan ketrampilan, tak heran begitu beragam metode, model pembelajaran terbentuk yang semata-mata bertujuan untuk keberhasilan sebuah proses pembelajaran yang bermakna. Seorang guru dituntut untuk banyak belajar dan mengembangkan potensinya agar dalam menyampaikan materi kepada siswa tidak mengalami kendala.


Diantara pembelajaran bagi guru untuk menyerap ilmu mendidik di kecamatan Ranuyoso diadakan Lomba Inovasi Pembelajaran dengan tujuan nanti para pendidik dapat bertukar informasi dan mempraktekkan langsung kegiatan belajar mengajar, sehingga nanti bisa dilakukan tambal sulam tentang proses KBM seorang guru.

Kegiatan Lomba Inovasi Pembelajaran dilaksanakan dalam waktu 3 hari dan waktu pelaksanaannya pun tidak beruntun dalam satu minggu dan mengambil sesi jeda kegiatan lain yang mungkin lebih penting. Walaupun demikian hal ini tidak mempengaruhi terhadap format pelaksanaan Lomba Inovasi Pembelajaran ini, yang begitu menarik dan membuat berdebar bagi peserta dan audientnya.

Walaupun demikian masih banyak suara-suara sumbang terkait kegiatan ini. “Mengajar kok dilombakan” begitu kira-kira tanggapan seorang guru. Memang kegiatan semacam ini di tingkat propinsi tidak diadakan, dan hanya di kabupaten Lumajang kegiatan semacam ini ada.

Pada hari pertama (20/3) dilaksanakan pemantapan materi dan strategi pembelajaran yang menarik sekaligus menyenangkan bagi siswa dengan menggunakan media pembelajaran yang ada, dari yang bersifat “tradisional” dengan memanfaatkan barang-barang disekitar hingga yang berbau IT yang kesemuanya itu dipandu oleh tutor. Dalam kegiatan ini muncul ide-ide inovatif dari seorang guru untuk membuat siswa terangsang dan merasa penasaran dengan materi yang diberikan guru di sesi berikutnya.

Kegiatan yang dihadiri beberapa guru mewakili Guslah ini, di hari kedua diisi dengan tukar informasi tentang perencanaan pembelajaran yang dituangkan dalam kegiatan pembuatan RPP. “Mengajar tanpa perencanaan berakibat pembelajaran keluar dari jalur yang telah dicanangkan” begitu masukan Shohibi Arief,S.Pd salah satu peserta Lomba Inovasi Pembelajaran.



Hari ketiga berlanjut dengan penampilan peserta mempresentasikan hasil karyanya dengan aplikasi, metode,model pembelajaran kreasi sendiri dihadapan para audien dan tutor. Ruangan yang semula dikondisikan untuk suasana tenang berganti jadi riuh dan ceria, seiring canda tawa edukatif para audient yang sudah dipersiapkan oleh panitia untuk mengetes kekuatan mental dan psikologis para peserta.

 Balok Dwiyanto,S.Pd.MM selaku penanggung jawab kegiatan ini cukup antusias dan berharap ditindak lanjuti dengan berbagai macam bentuk inovasi-inovasi berikutnya. Begitu pula bapak Edy Purwanto,S.Pd. juga menambahkan “Andai kata setiap kesempatan guru mengajar seperti ini, lambat laun prestasi dan kwalitas siswa Ranuyoso akan muncul dan meningkat”

 Ketua KKG Ranuyoso Saiful Ghozi yang juga pakar IT dalam kesempatan terpisah juga berharap “kegiatan seperti ini perlu  berlanjut, yaitu dengan meramaikan kembali kegiatan ditingkat GUSLAH, karena kita tidak kesulitan untuk mencari narasumber yang kesemuanya itu ada di Ranuyoso, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya” demikian kata pemilik production house yang bergerak dibidang audio visual dan budidaya nilam ini.

Di penghujung acara diumumkan nama-nama peserta terbaik dalam kegiatan ini, baik tematik maupun mata pelajaran, diantaranya Siti Khodijah (SDN Wonoayu 01), Hada Khoirul I (SDN Jenggrong 04), Agus Budiono (SDN Penawungan 03) dan juga Shohibi Arief (SDN Wateswetan 01) dll.

Dengan diadakan kegiatan semacam ini paling tidak muncul nama-nama guru inovatif yang nanti bisa menularkan ilmunya kepada teman guru yang lain, juga turut bersaing dievent lomba tingkat kabupaten. Dan juga dapat merangsang guru-guru lain untuk bisa berbagi ilmu dan mengembangkan inovasi dan kreasinya yang sudah barang tentu pasti ada disetiap jiwa pendidik.

image: mbah google

Artikel Terkait:

Comments
0 Comments